Langsung ke konten utama

Akses Ditutup Ormas, Karyawan Club de Arjuna Demo Balai Kota

Akses Ditutup Ormas, Karyawan Club de Arjuna Demo Balai Kota

Pengosongan lokasi dari pendudukan salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) membuat karyawan Club de Arjuna di kawasan Puri, Jakarta Barat, tak bisa kembali bekerja. Akses menuju tempat usaha mereka masih tertutup tembok.

Persoalan itu kembali dibawa para pekerja ke Balai Kota Jakarta. Dalam aksi unjuk rasa pada Jumat, mereka mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membongkar tembok yang menghalangi akses ke tempat usaha.

Koordinator aksi, Venny Tresia, mengatakan para karyawan hingga kini belum bisa memasuki tempat kerja meski kelompok ormas yang sebelumnya menduduki lokasi telah dikeluarkan.

“Tempat kerja kami ditembok sama ormas, tapi Satpol PP sampai hari ini enggak berani robohin tembok itu,” ujar Venny.

Dia mengapresiasi langkah kepolisian yang mengosongkan lokasi setelah para karyawan menggelar demonstrasi serupa pada Senin, . Namun, menurut Venny, pengosongan tersebut belum menyelesaikan persoalan karena tembok yang menutup akses masih berdiri.

"Kami sangat berterima kasih kepada kepolisian yang telah mengusir keluar ormas dari tempat kerja kami. Tadinya tempat kerja kami diduduki oleh ormas, tapi sudah berhasil dikeluarkan oleh pihak kepolisian,” katanya.

Para pekerja berharap pemerintah daerah segera membuka akses menuju tempat usaha. Mereka memilih tidak membongkar tembok sendiri karena khawatir tindakan tersebut justru menimbulkan persoalan hukum.

Venny menilai pemerintah perlu mengambil langkah agar para karyawan tidak terus berada dalam ketidakpastian. Terlebih, penyelesaian sengketa lahan melalui jalur hukum dapat membutuhkan waktu, sementara kebutuhan hidup para pekerja tetap harus dipenuhi.

Menurut Venny, dampak persoalan ini juga dirasakan keluarga para karyawan. Dari lebih 200 pekerja, dia memperkirakan hampir 500 orang terdampak jika anggota keluarga ikut diperhitungkan.

Karena itu, dia berharap Pemprov DKI Jakarta, kepolisian, dan pemerintah pusat dapat membantu mencari penyelesaian agar para karyawan memperoleh kepastian dan bisa kembali bekerja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komnas HAM Terima 42 Aduan Dugaan Pelanggaran HAM di Lapas

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menerima 42 aduan terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di berbagai wilayah Indonesia sepanjang 2026. Ketua Komnas HAM Anis Hidayah mengatakan, aduan tersebut meliputi dugaan kekerasan, penyiksaan, pungutan liar (pungli), hingga warga binaan yang meninggal dunia akibat dikeroyok sesama tahanan atau tidak mendapat penanganan medis yang memadai. “Tahun ini kami menerima aduan sejumlah 42 kasus dari berbagai lapas di seluruh Indonesia,” kata Anis seusai rapat koordinasi pembenahan sistem pemasyarakatan di Jakarta, Jumat . Menurut Anis, berbagai persoalan di lapas dan rutan telah berlangsung cukup lama. Pemantauan yang dilakukan Komnas HAM secara berkala juga menunjukkan bahwa persoalan tersebut masih terjadi hingga saat ini. “Persoalan di lapas, apakah overcrowded atau seluruh temuan-temuan lain ya, termasuk Komnas dan lain-lain, itu adalah fenomena gunung es yang sudah...

Kebakaran di Kramat Senen, Petugas Masih Berjibaku Padamkan Api

Kebakaran melanda permukiman padat di Jalan Kramat Pulo Dalam, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Kamis malam. Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Pusat Z Triyanto mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 18.45 WIB. "Petugas tiba di lokasi pukul 18.52 WIB dan operasi pemadaman mulai dilakukan pada pukul 18.55 WIB," kata Triyanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis. Menurut Triyanto, objek yang terbakar merupakan rumah tinggal dengan kategori bangunan rendah. Sebanyak 30 unit mobil pemadam kebakaran dan 90 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Hingga pukul 20.45 WIB, petugas masih melakukan pemadaman karena api belum sepenuhnya dapat dikendalikan. "Situasi saat ini masih merah, masih dalam proses pemadaman," ujar Triyanto. Dia mengatakan penyebab kebakaran dan jumlah bangunan yang terdampak belum dapat dipastikan karena proses penanganan masih ber...

Perempuan Terikat Ditemukan Tewas di Pinang Ranti, 2 Tersangka Ditangkap

Polisi mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap perempuan berinisial KDA di kawasan Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur. Dalam kasus ini, polisi menangkap dua tersangka berinisial KDN dan ATW. Jenazah KDA ditemukan dalam kondisi terikat di Jalan Asem Nirbaya Blok A.70H, Pinang Ranti, pada Kamis, . Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk menjalani pemeriksaan medis dan forensik. Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim mengatakan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan melalui serangkaian penyelidikan, termasuk pemeriksaan saksi dan analisis data digital. “Tim melakukan penyelidikan secara bertahap dengan menggabungkan informasi lapangan dan analisis data digital hingga berhasil mengidentifikasi keberadaan para pelaku,” ujar Abdul, Jumat . Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menangkap KDN di kawasan Cipinang Muara, Jakarta Timur, pada Kamis, malam. Sementara itu, ATW diamankan di Jatiranggon, Kota Bekasi. Kedua tersangka diduga terlibat dalam ti...