Langsung ke konten utama

PDIP Minta Kader di Malang Rutin Sentuh Akar Rumput

PDIP Minta Kader di Malang Rutin Sentuh Akar Rumput

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mendorong seluruh struktur partai di Kabupaten Malang memperkuat konsolidasi internal dan menyatukan langkah menghadapi kontestasi politik mendatang. Dia juga menegaskan pentingnya PDIP untuk lebih dekat dengan masyarakat sekitar.

Arahan tersebut disampaikan Said saat menghadiri kegiatan konsolidasi internal dan bakti sosial DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Jumat . Kegiatan itu dihadiri jajaran pengurus partai mulai dari tingkat DPC, PAC, hingga ranting.

Said menekankan konsolidasi bukan sekadar agenda organisasi, melainkan upaya membangun kesamaan visi dan gerak seluruh kader. Soliditas tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi partai dalam menghadapi Pemilu 2029.

"Konsolidasi itu arahnya satu, yaitu menyolidkan barisan sendiri, barisan internal. Satu kata, satu gerak, satu langkah, satu nyawa, satu roh, dan satu hati untuk memenangkan PDI Perjuangan pada 2029," kata Said.

Pada acara ini, PDI Perjuangan juga turut membagikan bantuan sosial kepada 300 penerima manfaat. Selain itu, ada juga santunan pada anak 20 anak yatim. Pada kesempatan itu, jajaran pengurus partai, hingga Pengurus Anak Cabang (PAC), juga mendapat bantuan sosial.

Said menegaskan target PDI Perjuangan tidak hanya memenangkan pemilihan legislatif, tetapi juga menempatkan kader sendiri pada jabatan kepala daerah. Menurut dia, partai perlu memperkuat upaya agar kader internal memiliki kesempatan memimpin Kabupaten Malang.

"Menang pemilu legislatif, ya. Namun, kita juga punya kewajiban untuk memiliki bupati dari kader sendiri. Kita sudah lelah hanya mendukung dan mencalonkan bupati yang bukan kader sendiri. Hal itu tidak banyak gunanya bagi partai," ujar dia.

Dia juga menyoroti Kabupaten Malang yang hingga saat ini belum memiliki bupati dari kader PDI Perjuangan. Kondisi tersebut, menurut Said, perlu menjadi perhatian seluruh jajaran partai sejak dini.

"Alhamdulillah, saat ini Kabupaten Malang belum memiliki bupati dari kader sendiri. Ini penting saya sampaikan supaya mulai sekarang DPD dan seluruh jajaran mulai bergerak," kata Said.

Bukan hanya pada level Kabupaten Malang, Said juga menyoroti posisi Gubernur Jawa Timur yang tidak diisi oleh kader Partai Banteng tersebut. Dia berharap PDI Perjuangan bisa memajukan calon sendiri pada pemilu yang akan datang.

"Saat ini kita punya Mas Eri (Cahyadi) di Surabaya. Lalu, ada Ipuk Fiestiandani (Bupati Banyuwangi) Dito (Hanindhito Himawan (Bupati Kab. Kediri), Mochammad Nur Arifin (Bupati Trenggalek). Kalau sekarang yang paling populer Mas Eri, mungkin rezekinya beliau," kata dia.

Selain memperkuat organisasi dan menyiapkan kader untuk kontestasi politik, Said mengingatkan pentingnya membangun kedekatan dengan masyarakat. Dia menilai perhatian sederhana, seperti menyapa warga, dapat menjadi bentuk penghargaan yang bermakna.

"Tidak ada cara lain. Bahkan, ketika bertemu dengan kita, rakyat belum tentu membutuhkan bantuan. Disapa saja, rakyat sudah senang karena merasa dihargai," tutur dia.

Said menegaskan rakyat merupakan pemilik kehormatan dan kedaulatan yang sesungguhnya. Karena itu, seluruh kader yang memperoleh amanah melalui lembaga perwakilan harus menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas.

"Sebab, pemilik kehormatan dan kedaulatan yang sesungguhnya adalah rakyat, bukan anggota DPRD, bukan anggota DPRD Provinsi, dan bukan anggota DPRD Kabupaten," tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komnas HAM Terima 42 Aduan Dugaan Pelanggaran HAM di Lapas

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menerima 42 aduan terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di berbagai wilayah Indonesia sepanjang 2026. Ketua Komnas HAM Anis Hidayah mengatakan, aduan tersebut meliputi dugaan kekerasan, penyiksaan, pungutan liar (pungli), hingga warga binaan yang meninggal dunia akibat dikeroyok sesama tahanan atau tidak mendapat penanganan medis yang memadai. “Tahun ini kami menerima aduan sejumlah 42 kasus dari berbagai lapas di seluruh Indonesia,” kata Anis seusai rapat koordinasi pembenahan sistem pemasyarakatan di Jakarta, Jumat . Menurut Anis, berbagai persoalan di lapas dan rutan telah berlangsung cukup lama. Pemantauan yang dilakukan Komnas HAM secara berkala juga menunjukkan bahwa persoalan tersebut masih terjadi hingga saat ini. “Persoalan di lapas, apakah overcrowded atau seluruh temuan-temuan lain ya, termasuk Komnas dan lain-lain, itu adalah fenomena gunung es yang sudah...

Kebakaran di Kramat Senen, Petugas Masih Berjibaku Padamkan Api

Kebakaran melanda permukiman padat di Jalan Kramat Pulo Dalam, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Kamis malam. Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Pusat Z Triyanto mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 18.45 WIB. "Petugas tiba di lokasi pukul 18.52 WIB dan operasi pemadaman mulai dilakukan pada pukul 18.55 WIB," kata Triyanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis. Menurut Triyanto, objek yang terbakar merupakan rumah tinggal dengan kategori bangunan rendah. Sebanyak 30 unit mobil pemadam kebakaran dan 90 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Hingga pukul 20.45 WIB, petugas masih melakukan pemadaman karena api belum sepenuhnya dapat dikendalikan. "Situasi saat ini masih merah, masih dalam proses pemadaman," ujar Triyanto. Dia mengatakan penyebab kebakaran dan jumlah bangunan yang terdampak belum dapat dipastikan karena proses penanganan masih ber...

Perempuan Terikat Ditemukan Tewas di Pinang Ranti, 2 Tersangka Ditangkap

Polisi mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap perempuan berinisial KDA di kawasan Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur. Dalam kasus ini, polisi menangkap dua tersangka berinisial KDN dan ATW. Jenazah KDA ditemukan dalam kondisi terikat di Jalan Asem Nirbaya Blok A.70H, Pinang Ranti, pada Kamis, . Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk menjalani pemeriksaan medis dan forensik. Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim mengatakan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan melalui serangkaian penyelidikan, termasuk pemeriksaan saksi dan analisis data digital. “Tim melakukan penyelidikan secara bertahap dengan menggabungkan informasi lapangan dan analisis data digital hingga berhasil mengidentifikasi keberadaan para pelaku,” ujar Abdul, Jumat . Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menangkap KDN di kawasan Cipinang Muara, Jakarta Timur, pada Kamis, malam. Sementara itu, ATW diamankan di Jatiranggon, Kota Bekasi. Kedua tersangka diduga terlibat dalam ti...